Posted under Blogging
Aku sering sekali melakukan kesalahan yang sering aku ulangi. Padahal ada pepatah yang mengatakan “Keledai tidak jatuh pada lubang yang sama”. Aku lebih buruk daripada seekor keledai. Keledai yang di cap sebagai hewan dungu.
Kesalahan yang paling fatal adalah tidak bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan kepada ku. Entah mengapa. Entah darah ku sudah mulai kotor oleh biusan setan. Aku tidak mau terjerumus pada kenistaan.
Entah…
Aku tadi melihat sekelompok anak muda yang berbondong-bondong konvoi. Membagikan selebaran brosur tentang “pensi”. Aku tidak tahu mengapa mereka melakukan ini ditengah krisis yang sedang dihadapi negeri ini. Seolah mereka tidak punya tanggungan untuk masa depan mereka. Entah kenapa. Mungkin di benak mereka hanya terfikirkan untuk menikmati hidup, entah dengan cara apa.
Apakah mereka tidak sadar, padahal disekeliling kita masih banyak yang kurang beruntung. Kenapa mereka tidak bahu-membahu tuk membangun negeri ini menuju kesejateraan. Padahal negeri ini sedang terpuruk dan membutuhkan anak muda. Bukan orang tua yang selalu berfikir terlalu jauh tentang birokrasi.
Entah apa yang terjadi dengan mereka jika negeri ini dijadikan “Iraq ke 2″. Apakah mereka akan cepat mati? Mungkin. Karena tidak ada yang lain terfikir selain “Hedonisme”. Budaya yang agamins mula luntur. Segala cara dilakukan agar kesenangan pribadi terpenuhi. Apa bedanya dengan binatang?
Sialnya hanya sedikit yang sadar, sebenarnya kita hanya hewan. Sama seperti kambing, monyet, sapi, domba dan yang lainnya. Namun yang membedakan kita hanya karena kita bisa berfikir menggunakaan otak kita.