January
21st 2008
Emangnya butuh diktator?

Posted under Blogging

Emangnya butuh diktator? Hari gini ada kezaliman di muka bumi ini. Mungkin buat saya yang harus dihindari adalah kekuasan tirani bukan diktator. Memang apa bedanya antara diktator dan tirani. Menurut saya pribadi, diktator adalah orang yang menggunakan kekuasaannya dengan cara otoriter. Namun, tirani lebih kejam lagi karena ditambah dengan penindasan pada rakyat jelata.

Mungkin kita sudah bebas dari era diktatorisme semenjak era reformasi bergulir. Pak Harto yang dianggap sebagai diktator akhirnya terguling 10 tahun yang lalu. Banyak orang yang menentang Beliau. Saya tidak mengerti kenapa. Saya hanya mengerti, saat beliau berkuasa, ga pernah denger busung lapar, ga pernah denger keribut + anarkis, ga pernah denger ada negeri jiran yang berani, ga ada negeri jiran yang berani nambat jangkar deket perbatasan, bisa bikin perusahaan pesawat terbang, ga ada yang terang-terangan konfrontasi untuk memisahkan diri dari NKRI, apalagi berani untuk mengibarkan bendera RMS di depan mata presiden, ga ada sekolah yang rubuh, ga ada pasar yang digusur. Ingatkan dengan sekolah IMPRES? Ingatkah dengan aeroshow di Indonesia tahun 1995? Ingatkah saat di bangku SD kita diharuskan menghapal REPELITA? Ya, Karena hal itu untuk membuat seluruh rakyat Indonesia tahu akan arah pembangunan negeri ini dan ikut membangun negeri ini. Ingatkah kita pernah SWASEMBADA BERAS? KEDIKTATORANNYA MEMBUAT INDONESIA DISEGANI OLEH NEGARA LAIN!!! NAMUN MASIH ADA ORANG YANG DENDAM TERHADAP BELIAU!!! KEDIKTATORANNYA MEMBUAT ORANG MISKIN MASIH BISA MAKAN DAN SEKOLAH!!! KEDIKTATORANNYA MEMBUAT … -Anda pikirkan saja sendiri-

Namun, -sekali lagi- Beliau telah lengser 10 tahun yang lalu. Sekarang kediktatoran sudah berakhir dan digantikan dengan kekuasaan yang TIRAN DAN DZALIM!!!

Kekuasaan yang membuat rakyat lebih menderita. Membuat rakyat susah untuk makan. Sekolah yang rubuh. Lebih korup. Mempunyai wibawa yang kurang di mata rakyat. Makin banyak orang yang terlalu bebas mengungkapkan isi hatinya (termasuk saya dalam blog ini). Kurang disegani oleh bangsa-bangsa lain. Impor-impor-impor.

Mungkin masih kita butuhkan sosok Beliau yang tegas menindak orang-orang seperti spekulan minyak, importir kedelai atau bahkan anaknya sendiri. Haah…

Entah, mungkin saya hanya dapat mengharapkan datangnya Imam Mahdi secepatnya… Amiiieen..

Kasian rakyat kecil!!!

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply