Mudik

Setiap tahun di Indonesia ada rutinitas yang menurut semakin lama semakin dipaksakan. Pulang ke kampung halaman, menghabiskan uang dari keringat satu tahunnya di kota, bertemu sanak keluarga, atau pun hanya sekedar napak tilas tempat wisata. Mudik bukan monopoli umat Islam saja ketika selesai Ramadhan. Umat Kristen, Hindu, Budha pun sama saat hari rayanya.

Perjalanan mudik bisa dikatakan membutuhkan biaya yang besar dan tenaga yang banyak. Bayangkan saja, mesti melakukan perjalanan darat yang bisa mencapai 36 jam yang pada hari biasa hanya 8 jam. Itu artinya membuang banyak uang di perjalanannya saja. Jadi, mudik itu sebenarnya untuk apa sih? Apa tidak bisa dilakukan di hari yang lain?

Tapi saya sempat bertanya, kenapa juga harus ada mudik? Kenapa perlu kembali ke kampung halaman? Atau mungkin pertanyaannya adalah apa perlu pergi ke kota besar untuk mencari pekerjaan? Apakah budaya mudik tidak akan dikenal bila penyebaran pembangunan sudah merata di banyak daerah?

Lihat saja wajah Jakarta saat lebaran, kosong. Apa warga Jakarta asli sudah semakin sedikit? Apa yang sekarang membuat macet Jakarta adalah bukan warga asli Jakarta?

Eh, BTW, Taqabalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan bathin ya.. :)

Switch to our mobile site