Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Selamat Hari Raya Idul Adha
Selamat Hari Raya Idul Adha
Upgrade To Fedora 16
UPDATE:
I’m forget to tell you that you must import gpg key before run update, here is the command
rpm --import https://fedoraproject.org/static/A82BA4B7.txt
It is quite easy to upgrade from Fedora 15 to Fedora 16. You just have update your system first, then clean your repository cache and do upgrade. Simple. Here is the complete commands:
# yum update # yum clean all # yum --releasever=16 --disableplugin=presto distro-sync -y
If you make repository cache with different folder for each release version by adding $releasever in cachedir option on /etc/yum.conf, you probably don’t have to run ‘yum clean all’.
Wait until finish. It depends on your internet connection and your computer speed.
After upgrading, you optionally can install some of new feature of Gnome 3.2. Below are complete commands:
# yum install sushi gnome-documents gnome-contacts
After doing that all command, don’t forget to update grub, because Fedora 16 using grub2.
grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfg
Here is some of screenshot:
![]() |
| From My Share |
![]() |
| From My Share |
![]() |
| From My Share |
![]() |
| From My Share |
Mudik
Setiap tahun di Indonesia ada rutinitas yang menurut semakin lama semakin dipaksakan. Pulang ke kampung halaman, menghabiskan uang dari keringat satu tahunnya di kota, bertemu sanak keluarga, atau pun hanya sekedar napak tilas tempat wisata. Mudik bukan monopoli umat Islam saja ketika selesai Ramadhan. Umat Kristen, Hindu, Budha pun sama saat hari rayanya.
Perjalanan mudik bisa dikatakan membutuhkan biaya yang besar dan tenaga yang banyak. Bayangkan saja, mesti melakukan perjalanan darat yang bisa mencapai 36 jam yang pada hari biasa hanya 8 jam. Itu artinya membuang banyak uang di perjalanannya saja. Jadi, mudik itu sebenarnya untuk apa sih? Apa tidak bisa dilakukan di hari yang lain?
Tapi saya sempat bertanya, kenapa juga harus ada mudik? Kenapa perlu kembali ke kampung halaman? Atau mungkin pertanyaannya adalah apa perlu pergi ke kota besar untuk mencari pekerjaan? Apakah budaya mudik tidak akan dikenal bila penyebaran pembangunan sudah merata di banyak daerah?
Lihat saja wajah Jakarta saat lebaran, kosong. Apa warga Jakarta asli sudah semakin sedikit? Apa yang sekarang membuat macet Jakarta adalah bukan warga asli Jakarta?
Eh, BTW, Taqabalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan bathin ya.. :)



